55 Pasang Raja dan Sultan Dikadwalkan Hadiri HJL ke-758 dan HPRL ke-80, Luwu-Palopo Bersiap Jadi Pusat Perhatian Budaya Nusantara
LUWU, Trendify.id – Peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 dipastikan akan menjadi peristiwa kebudayaan berskala nasional.
Sedikitnya 55 pasang raja dan sultan dari berbagai wilayah di Indonesia dijadwalkan hadir.
Rangkaian peringatan HJL dan HPRL akan berlangsung pada 19–24 Januari 2026 di Kota Palopo dan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Kehadiran puluhan pemangku adat tersebut terkonfirmasi melalui Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN).
Dari jumlah itu, 27 pasang raja dan sultan berasal dari luar Sulsel.
Sementara 28 pasang lainnya dari wilayah Sulsel.
Persiapan penyambutan tamu adat lintas daerah itu dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati Luwu, Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, di Lounge Kantor Bupati Luwu, Selasa (6/1/2026) siang.
Pemerintah Kabupaten Luwu menargetkan peringatan HJL dan HPRL sebagai langkah menegaskan posisi Luwu sebagai salah satu poros kebudayaan Nusantara.
Ketua Panitia HJL dan HPRL 2026, Maddika Ponrang, Andi Saddawero Kira, menyebut kehadiran para raja dan sultan merupakan pengakuan terhadap peran historis Kedatuan Luwu dalam perjalanan peradaban di kawasan timur Indonesia.
“Ini bukan agenda rutin. Kehadiran 55 pasang raja dan sultan menjadi momentum penting bagi Luwu untuk menunjukkan nilai sejarah, adat, dan budayanya,” ujar Maddika Ponrang, seraya menyampaikan pesan Datu Luwu agar seluruh rangkaian kegiatan digelar secara bermartabat dan berkualitas, Selasa (6/1/2026).
Wakil Bupati Luwu, Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, mengaku akan mendukungan penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menekankan, pentingnya sinergi panitia dan perangkat daerah mengingat skala kegiatan yang melibatkan tamu-tamu adat dari berbagai penjuru Nusantara.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Luwu mampu menjadi tuan rumah yang baik dan menjadi contoh dalam merawat tradisi serta nilai kebudayaan,” ungkap Dhevy.
Rangkaian kegiatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80 akan dipusatkan di LangkanaE Kedatuan Luwu.
Agendanya meliputi prosesi adat, ziarah makam raja, seminar nasional, forum nasional keraton, pertunjukan seni budaya, pameran UMKM, hingga malam puncak yang dirangkaikan dengan Anugerah Budaya Luwu 2026.
Kata Dhevy, Pemkab Luwu berharap peringatan ini menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan.
“Melainkan ruang konsolidasi kebudayaan sekaligus penguat identitas sejarah Tanah Luwu di tingkat nasional,” tandasnya.








