Fadriaty AS Dorong Pengaktifan Kembali Pelabuhan Larompong Demi Hidupkan Ekonomi Pesisir

Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Fadriaty AS saat menyambangi warga Kelurahan Larompong, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

LUWU, Trendify.id – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Fadriaty AS, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal pembangunan di daerah pemilihan (Dapil) XI.

Dapil XI meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo.

Dalam agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, legislator Fraksi Demokrat ini menyambangi warga Kelurahan Larompong, Kabupaten Luwu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (26/4/2026).

Dalam sesi dialog, Opu Andi Agussalim mengungkapkan harapan besar warga terkait keberadaan pelabuhan di Dusun Mentang yang kini dalam kondisi nonaktif.

Padahal, secara historis, pelabuhan tersebut merupakan pusat ekonomi bagi nelayan, khususnya sebagai sentra ikan cakalang.

“Kami sangat mengapresiasi Ibu Dewan yang selalu menyempatkan waktu turun langsung. Kami menitipkan harapan agar aspirasi pembangunan kembali pelabuhan di Dusun Mentang bisa dikawal hingga terwujud,” ujar Andi Agussalim.

Ia juga mengingatkan, rencana rehabilitasi ini sebelumnya telah mendapat respons positif dari Andi Sudirman Sulaiman.

Saat itu Andi Sudirman pernah bertandang ke Larompong sebelum menjabat sebagai Gubernur di periode keduanya.

Merespons permintaan tersebut, Fadriaty langsung mengambil langkah konkret.

Ia menginstruksikan pihak kecamatan untuk segera merampungkan proposal teknis rehabilitasi pelabuhan agar bisa segera diteruskan ke Pemerintah Provinsi.

“Saya sudah meminta Pak Camat untuk menyiapkan surat dan proposalnya. Momentumnya sangat tepat karena dalam waktu dekat kita akan masuk pada Musrenbang tingkat provinsi dan penyusunan APBD tahun 2027,” ungkap Fadriaty di hadapan warga.

Anggota DPRD Sulsel tiga periode ini menambahkan, jika tidak terakomodasi di APBD pokok, ia akan memperjuangkannya melalui APBD Perubahan 2027.

Kunjungan ini bukan kali pertama Fadriaty memberikan perhatian pada Kelurahan Larompong.

Sebelumnya, ia telah menyalurkan bantuan berupa hand tractor melalui dana pokok-pokok pikiran (Pokir) untuk menunjang produktivitas petani setempat.

Bagi Fadriaty, mendatangi konstituen adalah kewajiban moral untuk memastikan fungsi pengawasan berjalan maksimal.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk mengawal proses administratif agar pelabuhan yang menjadi urat nadi ekonomi warga Larompong tersebut bisa kembali beroperasi. (*)

Pasangiklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *