Hantaman Ombak dan Angin Kencang Buat Perahu Tenggelam di Danau Towuti, 2 Warga Tewas

Proses evakuasi perahu tradisional bala-bala menggunakan speedboat milik Pemerintah Desa Loeha pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.

LUWU TIMUR, Trendify.id – Perahu tradisional atau bala-bala yang membawa rombongan keluarga tenggelam di perairan Danau Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Tanjung Kassi-Kassi, Desa Loeha, Kecamatan Towuti, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 16.30 Wita sore.

Dua orang penumpang meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Identitas korban adalah Indo Mandeng (52) dan Jumarding (22). Keduanya merupakan warga Kabupaten Wajo.

Kasat Polairud Polres Luwu Timur AKP Djemi Ramos mengatakan, perahu tersebut sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Tokalimbo menuju Tanjung Batu, Desa Loeha.

Rombongan tiba di Pelabuhan Tokalimbo menggunakan KM Angin Mamiri dari Pelabuhan Timampu.

Kemudian korban melanjutkan perjalanan menggunakan bala-bala menuju kebun merica milik keluarga di Tanjung Batu.

Kata Djemi, sekitar pukul 15.45 Wita sore, Baso Alam pun membawa perahu tradisional tersebut untuk mengantar para penumpang bersama barang bawaan mereka.

Dalam perjalanan menuju Tanjung Batu, perahu berada di sekitar perairan Tanjung Kassi-Kassi.

Di tengah perjalanan, perahu dihantam ombak besar yang disertai angin kencang.

Perahu kemudian terbalik dan tenggelam bersama barang-barang yang dibawa rombongan.

Djemi menambakan, warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian meneruskan informasi kepada masyarakat dan Kepala Desa Loeha.

Berdasar informasi itu, speedboat Puskesmas Bantilang menuju lokasi melakukan evakuasi.

Menurut Djemi, seluruh korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Bantilang untuk mendapatkan pertolongan dan pemeriksaan medis.

Enam orang berhasil selamat dalam kejadian tersebut, termasuk Baso Alam yang bertindak sebagai pengemudi perahu.

“Korban yang berhasil selamat adalah Ambo Tang (62), Indo Ufe (60), Agustang Ali (43), Indo Ellung (35), Indo Esah (38), serta Baso Alam (43),” beber Djemi, Sabtu (26/9/2026) siang.

Djemi menyebut, dua korban meninggal akibat kejadian tersebut.

Dia merupakan Indo Mandeng (52), warga Kelurahan Macanang, Kecamatan Manjakulleng, Kabupaten Wajo, dan Jumarding (22), warga Desa Mario, Kecamatan Tanah Sitolo, Kabupaten Wajo.

Salah seorang saksi, Rahmat Arsyad (34), mengatakan sebelum berangkat Baso Alam sempat meminjam perahu milik mertuanya untuk mengantar keluarga menuju kebun merica.

Menurut Rahmat, pihak keluarga sebelumnya telah mengingatkan Baso Alam agar berhati-hati karena kondisi Danau Towuti mulai diterjang ombak besar dan angin kencang.

Sekitar pukul 17.00 Wita, Rahmat mendapat informasi bahwa perahu yang digunakan Baso Alam tenggelam.

Ia kemudian bersama warga menuju lokasi untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban.

Dokter Puskesmas Bantilang, Fahrul menjelaskan, saat diperiksa kedua korban diperkirakan sudah meregang nyawa.

“Kami mendapati kondisi keduanya telah pucat serta tidak menunjukkan denyut nadi,” ujarnya.

Namun, sambung Fahrul, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena diperlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui autopsi.

“Tapi pihak keluarga kedua korban sepakat membuat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi,” akunya.

Sehari setelah kejadian, polisi bersama warga kembali melakukan pencarian sekaligus pengecekan lokasi tenggelamnya perahu.

Tim gabungan Satpolairud, Satreskrim, dan Polsek Towuti Polres Luwu Timur turun menggunakan speedboat milik Pemerintah Desa Loeha pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.

Pencarian dipimpin Kasat Polairud Polres Luwu Timur AKP Djemi Ramos bersama Kapolsek Towuti Iptu Hasmin Mariong dan KBO Satpolairud Ipda Basri Baco.

Sekitar pukul 10.00 Wita, tim menemukan bangkai bala-bala di kedalaman/perairan sekitar 160 hingga 165 meter dari pinggir Danau Towuti.

Lokasinya berada di sekitar Tanjung Kassi-Kassi, Desa Loeha, dengan titik koordinat -2.798594, 121.565122.

Polisi kemudian mengevakuasi perahu bersama sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi untuk diamankan dan diperiksa lebih lanjut.

Perahu tersebut berukuran sekitar delapan meter dengan lebar satu meter, berwarna hijau dan terbuat dari fiber.

Polisi juga menemukan mesin Kagawa berwarna merah, mesin pompa Honda, pengisap pompa air, karung beras, tas kecil, jilbab hitam, karung berisi sagu, tas berisi aki dan kebutuhan dapur, serta karung berisi selang pompa air.

Seluruh barang bersama perahu kemudian dibawa ke Pelabuhan Soppa, Desa Loeha, untuk kepentingan pemeriksaan.

Polisi kini masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut, termasuk kondisi perahu dan mesin, kapasitas perahu, jumlah penumpang, serta kondisi angin dan gelombang saat kejadian.

Polisi juga memeriksa keterangan korban selamat dan saksi terkait kondisi cuaca sebelum perahu diberangkatkan. (*)

Pasangiklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *