Empati vs Disiplin, Dua Paslon Ketua OSIS SMAN 1 Luwu Tawarkan Arah Berbeda

Paslon nomor urut 01 Muh Fauzi Rahmadi siswa kelas XI.6 sebagai calon ketua dan Al Mua'hadah siswi kelas X.4 sebagai calon wakil ketua (atas).Paslon nomor urut 2 adalah Rasyah Obama Putra Syahda siswa kelas XI.4 sebagai calon ketua dan Muh Rafiq Fauzan siswa kelas X.11 sebagai calon wakil ketua (bawah).

LUWU, Trendify.id – Dua pasangan calon (paslon) ketua OSIS SMA Negeri 1 Luwu, Sulawesi Selatan, sama-sama ingin OSIS lebih dekat dengan siswa, tetapi menawarkan arah yang berbeda.

Paslon nomor urut 1 menjual empati dan ruang komunikasi yang transparan. Sementara Paslon nomor urut 2 menekankan kedisiplinan dan pembentukan karakter siswa.

Keduanya bersaing dalam pemilihan ketua OSIS (Pilketos) yang digelar serentak di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pemungutan suara memakai sistem e-voting secara real time. Panitia Pilketos menyediakan 5 bilik suara.

Kelima bilik suara itu berisi masing-masing satu komputer. Nantinya, para siswa akan memilih melalui aplikasi e-voting yang sebelumnya dipersiapkan Dinas Pendidikan Sulsel.

Di lokasi, Ketua KPU Luwu, Abdullah Sappe Ampin Maja memantau jalannya Pilketos. Ia memeriksa kesiapan komputer yang akan digunakan sebagai medium penyaluran suara.

Paslon 1: Empati dan Ruang Komunikasi

Paslon nomor urut 1 adalah Muh Fauzi Rahmadi siswa kelas XI.6 sebagai calon ketua dan Al Mua’hadah siswi kelas X.4 sebagai calon wakil ketua.

Fauzi mengaku persiapan pasangannya kini hanya bertumpu pada ikhtiar.

“Persiapan sekarang kami hanya mengandalkan ikhtiar. Seperti kita tahu bersama, pergantian pemimpin di organisasi menerapkan sistem demokrasi. Kita dipilih dari seluruh siswa yang ada. Kami percaya, apapun hasilnya itulah yang terbaik,” ujarnya saat ditemui di SMAN 1 Luwu, Jl Topoka, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Rabu (30/9/2026) pagi.

Selama masa kampanye, Fauzi mengaku nyaris tidak menemui kendala.

“Suka dan duka sepertinya duka tidak ada. Sukanya seperti sosialisasi di kelas-kelas,” katanya siswa yang hobi memasak itu.

Visi paslon 1 adalah mewujudkan OSIS SMAN 1 Luwu yang berempati, inklusif, dan solutif. Mereka ingin OSIS menjadi wadah yang merangkul siswa, responsif terhadap lingkungan sekolah, serta aktif mengapresiasi prestasi dan potensi siswa.

Al Mua’hadah memaparkan empat misi pasangan ini.

Misi pertama, menciptakan iklim organisasi yang harmonis dan saling merangkul.

“Misi kami yaitu menciptakan iklim organisasi yang harmonis dan saling merangkul, serta sebagai ruang yang amanah bagi pengurus OSIS,” katanya.

Kedua, menyediakan ruang komunikasi yang aman dan transparan, baik secara langsung maupun lewat media digital.

Ketiga, menghadirkan sistem kolaboratif organisasi yang adil bagi seluruh pengurus OSIS dalam menyikapi kebersihan lingkungan sekolah.

Perempuan yang hobi mendengarkan musik itupun mengaku, apresiasi siswa menjadi salah satu konsen paslon 1.

“Keempat, mengabadikan setiap prestasi dan potensi siswa agar mereka merasa dihargai dan termotivasi,” tandasnya.

Paslon 2: Disiplin dan Karakter

Paslon nomor urut 2 adalah Rasyah Obama Putra Syahda siswa kelas XI.4  sebagai calon ketua dan Muh Rafiq Fauzan siswa kelas X.11 sebagai calon wakil ketua.

Rasyah mengungkapkan, mereka baru resmi berpasangan sepekan menjelang pemilihan.

Keduanya lebih dulu mencocokkan pandangan sebelum memutuskan maju bersama.

“Kami fix berpasangan sepekan jelang pemilihan. Karena kami mencocokkan pandangan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Meski waktu sempit, pasangan ini tetap berorasi di setiap kelas sepekan sebelum pemilihan. Bagi siswa yang hobi bermain basket itu, tantangan terbesar adalah menyelaraskan visi-misi dengan arah sekolah.

Ia juga harus pandai membagi waktu antara urusan pribadi dan organisasi.

Visi paslon 2 adalah menjadikan OSIS SMAN 1 Luwu sebagai wadah pembentukan generasi berkarakter.

OSIS juga diharapkan menjadi tempat yang aspiratif bagi seluruh siswa.

Rafiq menguraikan empat misi pasangan ini. Misi pertama, meningkatkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab siswa lewat program pembentukan karakter.

Kedua, menjadikan OSIS sebagai wadah aspiratif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang baik.

Ketiga, membentuk pribadi siswa yang terampil, kreatif, dan inovatif.

Keempat, menumbuhkan kesadaran siswa menjaga kelestarian lingkungan sekolah.

Sama-sama Soroti Lingkungan

Meski arahnya berbeda, kedua paslon punya satu kesamaan. Paslon 1 memuat isu kebersihan lingkungan sekolah dalam misinya, sedangkan paslon 2 menyoroti kelestarian lingkungan.

Rasyah juga memastikan tidak ada sekat setelah pemilihan.

“Jikapun kami yang diamanahkan, kami akan tetap merangkul pasangan 1,” tegasnya.

Kini keputusan ada di tangan para siswa lewat e-voting. (*)

Pasangiklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *