Video Siswi SMPN 1 Tanete Viral, Kadis Pendidikan Luwu Turun Langsung Minta Klarifikasi
LUWU, Trendify.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu turun langsung ke SMP Negeri 1 Tanete setelah sebuah video siswi di sekolah itu viral di media sosial.
Video amatir berdurasi 57 detik tersebut mendadak ramai di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Sekolah itu berada di Kecamatan Walenrang Timur.
Dalam video, sejumlah siswi tampak berbaris dalam beberapa saf. Beberapa siswi yang mengenakan jilbab terlihat berdiri sambil menyanyikan sebuah lagu.
Lagu itu diduga merupakan lagu rohani agama non-muslim. Video tersebut memunculkan dugaan adanya kegiatan yang melibatkan siswi muslim menyanyikan lagu rohani non-muslim.
Kondisi ini menuai sorotan dan pertanyaan soal pelaksanaan kegiatan di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 1 Tanete, Mardi menjelaskan, para siswa ikut menyanyi secara spontan. Peristiwa itu terjadi di kediaman orang tua salah satu rekan mereka yang meninggal dunia baru-baru ini, Senin (28/9/2026).
“Kegiatan spontanitas dilakukan oleh siswa dan tidak ada paksaan maupun arahan dari sekolah. Ini terjadi di kediaman orang tua siswa yang meninggal dunia,” jelasnya, Kamis (1/10/2026).
Mardi juga meminta maaf jika kejadian ini menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan media sosial. Ia mengaku sudah mengingatkan guru sebelum kejadian.
Pesannya, siswa diminta tidak ikut menyanyi kecuali yang beragama Kristen.
“Saya minta maaf kepada masyarakat. Sesuai penjelasan dari Pak Kadis, ini harus dibedakan. Sebelum kejadian tersebut, saya sudah wanti-wanti dan sudah saya pesan kepada guru-guru agar disampaikan kepada siswa-siswi, jangan ada yang ikut menyanyi selain siswi beragama Kristen,” bebernya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, memastikan pihaknya segera meminta klarifikasi kepada sekolah. Langkah itu ditempuh untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya.
“Untuk langkah awal kami akan melakukan permintaan klarifikasi kepada pihak sekolah untuk mengetahui secara pasti kejadiannya. Jika terdapat pelanggaran, baik disengaja maupun tidak disengaja, akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” ujar Andi Palanggi kepada, Kamis (1/10/2026).
Ia juga akan mendatangi langsung SMPN 1 Tanete untuk melakukan pengecekan.
“Hari ini juga saya akan ke sekolah yang bersangkutan,” katanya. (*)








