Antisipasi Karhutla, MDA dan Pemda Luwu Kenalkan Sistem Deteksi Hotspot Berbasis Satelit ke Warga Latimojong

Masmindo gandeng BPBD Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, perkuat kesiapsiagaan bencana hingga kebakaran hutan dan lahan di Latimojong.

LUWU, Trendify.id – PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar latihan bersama dan simulasi kesiapsiagaan menghadapi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Kecamatan Latimojong.

Kegiatan ini melibatkan lebih dari 80 peserta yang mewakili 12 desa di Kecamatan Latimojong.

Peserta terdiri atas perwakilan Desa Tangguh Bencana (Destana) dari 10 desa, personel Perlindungan Masyarakat (Linmas), kelompok ibu-ibu, tokoh agama, pemuda, dan unsur masyarakat lainnya.

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Latimojong, serta para kepala desa juga turut hadir.

Latihan tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi Pemkab Luwu dan MDA untuk memperkuat sinergi dalam mengantisipasi potensi kekeringan dan karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Latimojong.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapat pemaparan dari BPBD Luwu, tim Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Emergency Response Team (ERT) MDA, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Latimojong, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, Danramil Bastem, dan Camat Latimojong.

Perkenalkan Pemantauan Titik Api Berbasis Satelit

MDA memperkenalkan sistem pemantauan titik api (hotspot) berbasis satelit yang dapat diakses melalui komputer maupun perangkat seluler.

Sistem tersebut dilengkapi fitur peringatan otomatis ketika terdeteksi titik api di dalam wilayah Kontrak Karya MDA maupun area sekitarnya hingga radius 35 kilometer.

Selain pengenalan teknologi, tim ESG dan ERT MDA memberikan pelatihan penanganan korban luka bakar.

Sementara itu, KPH Latimojong dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan membekali peserta dengan materi pencegahan serta penanganan kebakaran lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Luwu, Andi Baso Tenriesa, mengapresiasi kolaborasi tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

“Kami mengapresiasi kolaborasi BPBD Kabupaten Luwu dan PT Masmindo Dwi Area dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan karhutla di Kecamatan Latimojong,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan tersebut meningkatkan kesiapan personel dan masyarakat serta ditindaklanjuti melalui aksi nyata.

Menurutnya, sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Luwu yang tangguh menghadapi bencana.

Senada dengan itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, menilai kolaborasi lintas sektor penting untuk memperkuat mitigasi kekeringan dan karhutla.

“Kepedulian bersama dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mencegah risiko bencana serta melindungi masyarakat dan lingkungan, khususnya di Kecamatan Latimojong,” kata Mustafa.

Warga Didorong Berperan Aktif Cegah Karhutla

Dalam sesi diskusi, peserta membahas sejumlah kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengantisipasi kekeringan dan karhutla.

Pembahasan juga mencakup praktik pembakaran lahan yang masih ditemukan di masyarakat serta langkah pencegahan berdasarkan kearifan lokal.

Keterlibatan warga di tingkat desa dinilai penting untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini dan membantu penanganan awal sebelum api meluas.

Peserta turut mengusulkan percepatan pembentukan kelompok Destana di desa yang belum memilikinya, terutama di wilayah terluar seperti Desa Tabang.

Selain diskusi, kegiatan dilengkapi praktik lapangan mengenai teknik pemadaman api yang dipandu petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Perwakilan peserta mengikuti simulasi untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran.

Pada akhir kegiatan, MDA menyerahkan 15 banner edukasi berukuran besar untuk dipasang di desa-desa dan kantor-kantor Muspika Kecamatan Latimojong.

Banner tersebut diharapkan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan karhutla.

Sebagai tindak lanjut, BPBD Luwu meminta Camat Latimojong dan seluruh kepala desa menyusun serta menyerahkan rencana aksi penanggulangan karhutla di wilayah masing-masing.

BPBD bersama para pihak terkait juga akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dan mengidentifikasi peluang untuk menggelar kegiatan serupa di kecamatan lain.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, koordinasi lintas sektor, serta upaya pencegahan dan penanganan kekeringan dan karhutla secara berkelanjutan di Kecamatan Latimojong. (*)

Pasangiklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *