Mantan Pebasket Profesional di Amerika Lamar Kekasihnya di Luwu, Tinggi 2,08 Meter

Malik Maluil-Kuel Jok, pria asal Sudan Selatan yang ternyata merupakan mantan pemain basket profesional.

LUWU, Trendify.id – Kisah cinta Alifah Walidain Nur (29), perempuan asal Dusun Salumakarra, Kelurahan Noling, Kecamatan Bua Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menyita perhatian publik.

Di balik pernikahan lintas negara yang sempat menghebohkan warga, tersimpan fakta menarik tentang sosok suami Alifah.

Malik Maluil-Kuel Jok, pria asal Sudan Selatan yang ternyata merupakan mantan pemain basket profesional.

Pernikahan Alifah dan Malik digelar pada Sabtu (20/12/2025).

Prosesi akad nikah berlangsung khidmat dan menjadi tontonan warga karena memadukan dua latar budaya berbeda, sekaligus menampilkan sosok Malik dengan postur tinggi menjulang.

Kakak kandung Alifah, Muhammad Muhajir Nur, mengungkapkan bahwa Malik memiliki latar belakang sebagai atlet basket sebelum akhirnya memutuskan pensiun.

“Background si Malik ini adalah atlet. Dulunya dia atlet basket. Sempat main di beberapa negara di Eropa, sebelumnya juga pernah bermain di Amerika sebelum memutuskan pensiun,” ujarnya.

Menurut Muhajir, Malik telah lama meniti karier olahraga di luar negeri. Bahkan, sebagian besar hidupnya dihabiskan di negara-negara Barat.

“Karakter budaya, sebenarnya si Malik, hampir seluruhnya hidupnya dihabiskan di negara barat. Istilahnya western country. Jadi gaya dari Sudannya itu sudah tidak saya lihat. Yang saya lihat itu justru Amerikanya,” katanya.

Fakta tersebut membuat proses adaptasi Malik dengan lingkungan keluarga Alifah berjalan lebih mudah.

Terlebih, Malik sehari-hari menggunakan bahasa Inggris dan fasih berbahasa Arab.

Sementara Alifah sendiri dikenal memiliki latar belakang akademik yang kuat.

Ia pernah menjadi dosen di UIN Palopo dan terakhir mengajar di Al-Azhar, Mesir, sebelum akhirnya menikah.

Kisah cinta Alifah dan Malik berawal dari perkenalan melalui teman.

Komunikasi intens kemudian terjalin, sebagian besar melalui media sosial, hingga berujung pada keseriusan membangun rumah tangga.

Meski berasal dari dua negara berbeda, keluarga Alifah menyambut hubungan tersebut dengan sikap terbuka.

Namun, Muhajir mengakui bahwa keluarga sempat memastikan latar belakang Malik sebelum memberikan restu.

“Sampai dengan akad nikahnya, kekhawatiran itu sudah menghilang. Awalnya memang kita (keluarga), saya sebagai kakaknya, otomatis mengecek, apakah ini betul, atau tidak,” ujarnya.

Bagi keluarga Alifah, aspek agama menjadi hal utama. Malik diketahui memeluk Islam sejak kecil dan memiliki latar keluarga religius.

“Yang penting itu agamanya. Si Malik ini, agamanya Islam sejak dari kecil. Bahkan bapaknya itu guru besar ilmu agama, pernah di Al-Azhar, Eropa dan Amerika,” kata Muhajir.

Pernikahan lintas negara ini pun dijalankan sesuai adat dan syariat Islam.

Prosesi akad nikah dilangsungkan dengan mahar dua gram emas, serta ijab kabul yang diucapkan menggunakan bahasa Arab.

Usai menikah, pasangan Alifah dan Malik kini menetap sementara di Makassar. Keluarga menyerahkan sepenuhnya keputusan tempat tinggal kepada pasangan tersebut.

“Kalau keputusan tinggal pasca menikah, kita sebagai keluarga di mana pun, asal adik senang dan bahagia,” ujar Muhajir.

Pasangiklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *