Tak Masalahkan Aksi Blokade Jalan, Zainuddin Sopir Angkutan Umum Dukung DOB Provinsi Luwu Raya

PROVINSI LUWU RAYA - Zainuddin (44) sopir angkutan umum rute Kabupaten Luwu-Kota Palopo mendukung pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.

LUWU, Trendify.id – Dukungan terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat. Tidak hanya dari kalangan tokoh dan aktivis, suara dukungan juga datang dari para pekerja lapangan yang terdampak langsung oleh aksi-aksi perjuangan di jalanan.

Salah satunya disampaikan Zainuddin (44), sopir angkutan rute Luwu–Palopo. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya, meski harus diiringi dengan aksi blokade jalan yang sempat mengganggu aktivitas transportasi.

“Untuk saya pribadi, 100 persen saya setuju sebagai orang Wija Luwu. Karena apa, itu kan untuk kebaikan kita semua di wilayah Luwu,” ujar Zainuddin, Kamis (5/2/2026).

Zainuddin menilai perjuangan tersebut bukan semata kepentingan generasi saat ini, melainkan investasi jangka panjang bagi anak dan cucu di masa depan.

“Artinya kami-kami ini kan sudah tua. Kami punya anak, punya cucu. Yang menikmati kan mereka semua,” kata dia.

Zainuddin bahkan membandingkan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya dengan pengorbanan para pejuang kemerdekaan Indonesia di masa lalu.

“Sama halnya pejuang-pejuang kita kemarin. Mereka korban jiwa dan tentu yang menikmati sekarang adalah kita yang merdeka. Nah, kalau soal blokade jalan, saya mendukung 100 persen,” ujarnya.

Menurut Zainuddin, ketidaknyamanan akibat blokade jalan tidak sebanding dengan nilai perjuangan yang diperjuangkan masyarakat Luwu Raya.

“Pejuang-pejuang kita saja sampai korban jiwa. Kita ini cuma keberan waktu di jalanan, bukan berapa hari, berapa jam. Jadi saya setuju,,” ucapnya.

Sebagai sopir yang setiap hari melintas di jalur Palopo–Luwu, Zainuddin mengakui adanya dampak dari blokade jalan. Namun, menurut dia, dampak tersebut tidak terlalu signifikan, khususnya di jalur selatan Kota Palopo.

“Kalau kami ke arah selatan dari Kota Palopo, enggak terlalu signifikan blokade-nya sampai ada pohon ditumbang. Beda memang di Luwu Utara,” jelasnya.
Ia mengatakan, di wilayah selatan, aksi blokade lebih banyak berupa pembakaran ban, dan masih tersedia jalur alternatif bagi kendaraan kecil.

“Masih ada jalan-jalan tikus untuk mobil kecil. Tapi kalau mobil besar, kayaknya memang harus antre,” ujar Zainuddin.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa selama aksi berlangsung, aktivitas angkutan penumpang masih dapat berjalan meski dengan penyesuaian.

Dukung dengan Doa dan Bantuan Seadanya
Zainuddin mengaku tidak turun langsung ke lapangan untuk mengikuti aksi demonstrasi. Namun, ia tetap berusaha memberikan dukungan dengan cara lain.

“Walaupun kami tidak turun ke lapangan demo, paling tidak kami beri dukungan melalui doa,” katanya.

Selain itu, ia juga menyebut bentuk dukungan kecil namun bermakna, seperti memberi sumbangan kepada massa aksi.
“Kadang sumbang-sumbang, misalnya lima ribu di jalan, atau beli-beli air untuk mereka yang demo,” tutur dia.

Harapan Lapangan Kerja Lebih Luas
Zainuddin berharap pembentukan Provinsi Luwu Raya dapat segera terwujud dan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, terutama dalam membuka lapangan kerja baru.

“Harapan saya, kalau Provinsi Luwu Raya terbentuk, otomatis pekerjaan seperti PNS pasti banyak,” ujarnya.

Ia menilai pemekaran wilayah akan mempercepat pembangunan dan pemerataan kesempatan kerja bagi generasi muda di Tanah Luwu.

“Jadi kami mendukung, harapan kami semoga cepat terlihat Provinsi Luwu Raya ini,” kata Zainuddin menutup pernyataannya. (*)

Pasangiklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *