Atap Rumah Berlubang, Keluarga di Luwu Tak Tenang Tidur saat Hujan
LUWU, Trendify.id – Hujan deras selalu menghadirkan kecemasan bagi Nirwana dan keluarganya di Lingkungan Batu Murrung, Desa Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Rumah yang mereka tempati kondisinya memprihatinkan. Dari pantauan media, dinding papan sudah lapuk.
Sedangkan atap anyaman rusak dan berlubang di sejumlah titik. Dari dalam rumah, sinar matahari tembus lewat celah-celah atap.
Sebagian dinding hanya ditambal dengan bahan seadanya.
Enam orang tinggal di rumah itu, termasuk seorang bayi yang baru lahir.
Saat hujan mengguyur, mereka harus mencari sudut rumah yang masih kering untuk berteduh.
“Tidak bisa tidur kalau hujan, Pak. Kami duduk saja di pinggir-pinggir,” ungkap Nirwana saat ditemui, Jumat (9/10/2026).
Keluarga ini tak mampu memperbaiki rumah sendiri. Suami Nirwana bekerja sebagai tukang batu.
Tetapi kondisi kesehatannya kini tak memungkinkan ia bekerja berat seperti dulu.
Nirwana sendiri lebih banyak berada di rumah untuk mengurus anak dan kebutuhan keluarga.
Ia mengaku sudah berupaya mencari bantuan. Dua kali ia mendatangi Dinas Sosial Luwu untuk melaporkan kondisi rumahnya.
Dari sana, ia mendapat informasi anggaran bedah rumah kini berada di instansi yang menangani perumahan dan kawasan permukiman.
“Saya sudah dua kali datang ke Dinas Sosial, Pak. Katanya anggaran bedah rumah sudah pindah ke Perkim. Saya belum sempat ke sana karena besoknya saya melahirkan. Sampai sekarang belum pernah ke Perkim,” tuturnya.
Kini keluarga itu hanya berharap ada pihak yang datang melihat kondisi rumah mereka.
Kabar tentang keluarga ini lalu sampai ke pemerintah kecamatan.
Camat Belopa, Latif Muh Abduh, turun langsung ke rumah Nirwana pada hari Kamis (8/10/2026) untuk melihat kondisi tempat tinggal tersebut.
Ia telah meminta Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) bersama staf melakukan verifikasi.
Verifikasi mencakup kondisi fisik bangunan dan kelengkapan administrasi keluarga.
Petugas mengumpulkan Kartu Keluarga (KK), KTP, dan persyaratan pendukung lainnya untuk pengusulan bantuan.
Hasil pendataan akan dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Luwu selaku OPD teknis.
Pemerintah kecamatan berharap keluarga Nirwana bisa memperoleh intervensi lewat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Surat resminya sudah kami siapkan dan segera kami sampaikan. Kami juga berkomunikasi dengan PLN Cabang Belopa untuk melihat peluang dukungan sosial. Di luar itu, kami mencoba menghubungi pihak ketiga yang memungkinkan memberikan bantuan stimulan,” beber Latif.
Selain soal rumah, kata Latif, kecamatan juga mengecek akses keluarga Nirwana terhadap bantuan sosial.
Berdasarkan data Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS) Kemensos, Nirwana tercatat berada di Desil 3.
Nirwana masih terdata sebagai penerima bantuan sosial.
Bantuan yang tercatat diterima keluarga ini mencapai sekitar Rp3,6 juta.
Rinciannya, bantuan sembako Rp1,8 juta dan Program Keluarga Harapan (PKH) Rp1,8 juta.
Nirwana juga tercatat sebagai peserta aktif Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN).
“Untuk PKH periode Juli hingga September 2026 tercatat Rp600 ribu dan sudah bertransaksi. Bantuan sembako pada periode yang sama juga tercatat Rp600 ribu dengan status sukses atau top up,” ungkap Latif.
Latif juga mengakui kemiskinan masih menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat Luwu. (*)








