KPU Luwu Pantau Pilketos SMAN 1 Luwu, Tanamkan Pendidikan Politik Sejak Dini untuk Gen Z
LUWU, Trendify.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu turun langsung mendampingi pemilihan ketua OSIS (Pilketos) di SMA Negeri 1 Luwu.
SMAN 1 Luwu berlokasi di bahu Jalan Poros Makassar-Palopo, Jl Topoka, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa.
Pendampingan KPU Luwu bertujuan menanamkan pendidikan politik sejak dini bagi generasi Z.
Ketua KPU Luwu, Abdullah Sappe Ampin Maja, mengatakan kunjungan ke SMAN 1 Luwu terkait pemungutan dan perhitungan suara calon ketua OSIS secara daring.
“Kita berkunjung ke SMAN 1 Luwu terkait pemungutan dan perhitungan suara calon Ketua OSIS secara daring. Untuk hari ini Pilketos dilakukan secara serentak di seluruh SMA/SMK,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (30/9/2026).
Pilketos ini digelar serentak di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pemilihan memakai sistem e-voting secara real time.
Dari pantauan Tribun-Timur.com, panitia Pilketos menyediakan 5 bilik suara.
Kelima bilik suara itu diisi lima komputer yang nantinya akan menjadi medium bagi siswa untuk menyalurkan hak pilihnya.
Sebelum masuk, panitia Pilketos akan menyerahkan token yang ditukar dengan formulir C.6.
Sappe menjelaskan, pihaknya hadir untuk memastikan proses demokrasi berjalan baik.
KPU Luwu juga ingin memperkenalkan pendidikan politik kepada para pelajar sejak usia sekolah.
“Kami melakukan pendampingan untuk memastikan proses demokrasi yang baik dan menanamkan pendidikan politik sejak dini bagi anak-anak kita yang mana kita tahu, mereka Gen Z,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan KPU, pemilihan di SMAN 1 Luwu sejauh ini berlangsung tertib dan aman.
Sappe menilai prosedur pemungutan suara sudah sesuai aturan.
“Untuk sementara ini berlangsung secara tertib dan aman. Saya kira SOP berjalan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan,” tuturnya.
Meski begitu, Sappe mencatat adanya kendala teknis di sejumlah sekolah.
Kendala itu berupa server yang kurang stabil.
Menurutnya, hal tersebut terjadi karena pemilihan dilaksanakan serentak di seluruh Sulsel.
“Akan tetapi kendalanya dari beberapa sekolah yang kita kunjungi, ada kendala server yang tidak terlalu baik. Karena pelaksanaan secara serentak di Provinsi Sulsel,” jelasnya.
Harapan untuk Generasi Muda
Sappe berharap para pelajar bisa belajar demokrasi yang sehat lewat Pilketos.
Ia ingin pendidikan politik mulai dikenal sejak tingkat SMA.
“Harapan kita tentu anak-anak kita generasi muda bangsa, belajar secara baik terkait proses demokrasi yang sehat. Karena ke depan kita harapkan mulai mengetahui pendidikan politik sejak di tingkat SMA,” pungkasnya.
Diketahui, terdapat dua pasangan calon Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS yang bertarung.
Dia adalah Muh Fauzi Rahmadi siswa kelas XI.6 dan Calon Wakil Ketua OSIS Al Mua’hadah siswi kelaa X.4.
Mereka adalah paslon nomor urut 1
Sementara paslon nomor urut 2, Calon Ketua OSIS, Rasyah Obama Putra Syahda siswa kelas XI.4 dan Calon Wakil Ketua OSIS, Muh Rafiq Fauzan siswa kelaa X.11.
Koordinator Seksi Acara Pilketos SMAN 1 Luwu, Amaliah H Nurdin, mengatakan keterlambatan itu terjadi di tengah antusiasme siswa yang tinggi.
“Ya tadi sempat ada keterlambatan. Karena kami tadi rencana mulai di jam 08.00 Wita pagi, karena siswa kami banyak, tapi server (e-voting) dibuka jam 09.00 Wita,” ujar Amaliah, siswa kelas XII.2 kepada Tribun-Timur.com, saat ditemui di SMAN 1 Luwu, Jl Topoka, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Rabu (30/9/2026) pagi.
Pilketos ini digelar serentak di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pemilihan memakai sistem e-voting secara real time.
Setelah pemilihan dimulai, kendala kembali muncul.
Amaliah menduga penyebabnya adalah banyaknya pengguna yang mengakses sistem secara bersamaan.
“Dan setelah dimulai ada beberapa kendala. Mungkin karena banyak yang gunakan. Jadi ada kendala,” kata perempuan yang bercita-cita menjadi mahasiswi Ilmu Statistika itu.
Ia menegaskan panitia sudah berusaha maksimal di sisi teknis.
Namun, perbaikan server berada di luar wewenang panitia sekolah.
“Teknisnya kami berusaha sebaik mungkin. Tapi untuk memperbaiki server itu bukan dari kami, tapi dari pusatnya langsung,” tuturnya.
1.176 Pemilih, 39 Panitia
Daftar pemilih SMAN 1 Luwu mencakup sekitar 1.176 siswa.
Seluruh siswa tercatat sebagai pemilih.
Panitia yang mengawal pemilihan berjumlah sekitar 39 orang.
Mekanisme pemilihan dimulai dari pembagian undangan C.6 kepada seluruh pemilih.
Undangan itu ditukarkan dengan token.
Token ini menjadi akses pagi pemilih untuk login ke aplikasi pemilihan bentukan Dinas Pendidikan Sulsel.
Pemilih lalu memasukkan token di komputer dan menentukan pilihan.
Tahapan Sejak September
Menurut Amaliah, rangkaian Pilketos bergulir sejak September.
Panitia dibentuk pada 21 September.
Wawancara calon digelar sepekan kemudian.
Setelah itu, panitia menentukan calon yang lolos ke tahap debat.
“Alhamdulillah kita sudah masuk ke dalam tahap pemilihan. Sebelumnya juga kita sudah melalui proses wawancara, menentukan calon yang akan masuk ke tahap debat, dan sekarang dalam tahapan pemilihan. Dan alhamdulillah semua berjalan lancar,” ungkapnya. (*)








