MDA dan BPBD Luwu Petakan Titik Rawan Karhutla, Siapkan Posko hingga Apel Siaga

Perwakilan PT Masmindo Dwi Area bersama BPBD Luwu serta otoritas terkait membahas pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

LUWU, Trendify.id – PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Koordinasi tersebut salah satunya membahas pemetaan titik rawan karhutla, terutama di sekitar wilayah operasional MDA.

MDA juga memaparkan pemetaan sejumlah sumber air yang dinilai dapat dijangkau untuk mendukung penanganan apabila terjadi kebakaran.

Pemetaan dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui potensi risiko sekaligus kesiapan sumber daya yang tersedia di wilayah rawan.

Selain pemetaan, koordinasi lintas instansi juga membahas kesiapan personel dan peralatan, termasuk kebutuhan pembentukan posko kesiapsiagaan di dekat wilayah yang memiliki potensi karhutla.

Kepala BPBD Kabupaten Luwu Andi Baso Tenriesa mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Mitigasi dan penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan koordinasi dan kesiapsiagaan dari seluruh unsur agar apabila terjadi kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Andi Baso.

Menurutnya, keberadaan posko induk diperlukan sebagai pusat koordinasi, terutama dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan jarak antarlokasi di Kabupaten Luwu.

Wilayah Kecamatan Latimojong menjadi salah satu perhatian karena kondisi geografisnya dapat menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran.

Siapkan Apel dan Simulasi Karhutla

Selain kesiapan peralatan dan personel, para pihak juga membahas penguatan pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat.

Sosialisasi akan diarahkan pada peningkatan kesadaran warga mengenai potensi musim kemarau panjang, risiko karhutla, serta langkah-langkah pencegahannya.

Sosialisasi dapat dilakukan melalui pemasangan spanduk di sejumlah lokasi strategis, serta penyebaran informasi berupa flyer dan video animasi melalui media sosial.

Sebagai tindak lanjut, para pihak menyarankan pelaksanaan Apel Siaga bersama BPBD, Damkar, TNI-Polri dan unsur terkait lainnya.

Kegiatan tersebut juga akan dirangkaikan dengan simulasi penanganan karhutla untuk menguji kesiapan personel serta koordinasi saat menghadapi kebakaran di lapangan.

BPBD Luwu juga akan mendorong aktivasi relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah terbentuk di sejumlah desa.

Relawan Destana diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan dan respons awal apabila terjadi karhutla di wilayah desa.

MDA Siapkan Peralatan Pemadam

Kepala Teknik Tambang MDA Mustafa Ibrahim mengatakan perusahaan siap mendukung langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bersama sesuai sumber daya dan kapasitas yang dimiliki.

Salah satu dukungan yang disiapkan berupa pengadaan peralatan tangan pemadam kebakaran untuk membantu penanganan awal di lapangan.

“Langkah ini adalah dukungan kepada para pemangku kepentingan, dan upaya MDA untuk turut menjaga Kabupaten Luwu sebagai ruang hidup bersama masyarakat Kabupaten Luwu,” tegas Mustafa.

Koordinasi antara MDA, BPBD, Damkar dan unsur terkait selanjutnya diarahkan untuk membangun kesiapsiagaan yang lebih terintegrasi.

Upaya tersebut mencakup pemetaan wilayah rawan, kesiapan peralatan dan personel, edukasi masyarakat hingga simulasi penanganan karhutla.

Sinergi lintas pihak diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus mempercepat respons apabila kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Luwu.

Pasangiklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *