3.025 Hektare Sawah Luwu Terdampak Kekeringan, Bupati Tambah 30 Pompa Air
LUWU, Trendify – Kekeringan mulai mengancam lahan pertanian di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Pertanian Luwu, Islamuddin mencatat sedikitnya 3.025,63 hektare area persawahan terdampak kekeringan.
“Kekeringan itu tersebar di sejumlah kecamatan. Termasuk Kelurahan Noling, persawahan Desa Tallang Bulawang, Kecamatan Belopa,” akunya.
Bupati Luwu, Patahudding pun meminta tambahan 30 unit pompa air untuk memperluas penanganan di lahan pertanian yang terdampak.
Tambahan itu terdiri atas 20 unit pompa berukuran 3 inci dan 10 unit berukuran 6 inci.
Patahudding melihat langsung kondisi persawahan yang terdampak kekeringan.
Itu dilakukan saat meninjau penyaluran pompa air di Bendung Suplesi Radda, Desa Kurrusumanga.
Bendung Suplesi Radda infrastruktur pengairan penting berfungsi menyuplai kebutuhan air bagi Daerah Irigasi (DI) Bajo.
Patahudding juga mengunjungi area persawahan Desa Tallang Bulawang, Kecamatan Belopa.
Di lokasi, ia melihat pemanfaatan pompa untuk mengalirkan air ke area persawahan yang membutuhkan pasokan air.
Sebelumnya, Pemkab Luwu melalui Dinas Pertanian telah menyalurkan 18 unit pompa air berukuran 3 inci.
Sebanyak lima unit bersumber dari APBN, sementara 13 unit lainnya berasal dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan.
Patahudding mengatakan bantuan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi sumber penghasilan masyarakat Luwu.
“Kami berupaya untuk terus bersama masyarakat, memberikan semangat dan bantuan sumber daya. Karena pertanian merupakan sumber penghasilan utama masyarakat Kabupaten Luwu,” ujar Patahudding, Rabu (19/8/2026) siang.
Pemkab Luwu tidak hanya mengandalkan penyaluran pompa yang telah tersedia.
Dinas Pertanian juga terus mendata lahan yang membutuhkan bantuan.
Termasuk menyiapkan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air di area pertanian yang mengalami kekeringan.
Menurut Patahudding, penanganan diprioritaskan bagi lahan yang telah mengajukan permohonan melalui kelompok tani maupun wilayah yang masuk kategori kritis.
Namun, Patahudding mengatakan petani yang menghadapi kondisi darurat tetap dapat mengajukan bantuan.
Terutama jika tersedia sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk pemompaan.
“Untuk yang membutuhkan pompa air, bisa mengusul atau bermohon melalui kelompok tani ke Dinas Pertanian untuk diverifikasi. Namun untuk kondisi darurat ini yang penting ada sumber air, bisa kami bantu pompa air,” ungkapnya.
Kondisi kekeringan tersebut menjadi perhatian pemerintah karena menyangkut keberlangsungan lahan pertanian dan penghasilan masyarakat.
Dengan tambahan pompa serta pendataan lokasi terdampak, Pemkab Luwu berharap distribusi air dapat diperluas ke lahan-lahan yang membutuhkan.
Peninjauan Bupati Luwu turut didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Islamuddin, Kepala Bappelitbangda Moch Arsal, Plt Kepala Dinas Kominfo-SP Imran, dan Sekretaris BPBD Aminuddin Alwi.








