Alasan Pemkab Luwu Utara Pilih Batasi Pembelian Pertalite, Rp35 Ribu Motor dan Rp200 Ribu Mobil
LUWU UTARA, Trendify.id – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mengambil langkah untuk mengurai antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU.
Pemkab Luwu Utara menerapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi bagi kendaraan.
Ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengendalikan panjangnya antrean.
Dari pantauan, pihak Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DP2KUKM) juga berjaga di SPBU.
Mereka tersebar di total 8 SPBU yang ada di daerah berpenduduk 337.080 jiwa itu. Pegawai DP2KUKM memastikan agar surat edaran Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim benar dijalankan.
Kepala DP2KUKM Luwu Utara, Akram Risa, mengatakan aturan tersebut telah disampaikan kepada seluruh pimpinan SPBU di Kabupaten Luwu Utara.
Surat tersebut diterbitkan pada 9 September 2026 dan ditandatangani langsung Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim.
Akram mengatakan, salah satu poin dalam surat tersebut mengatur batas pembelian BBM jenis Pertalite berdasarkan jenis kendaraan.
Untuk kendaraan roda dua, pembelian Pertalite dibatasi maksimal Rp35 ribu per kendaraan. Sementara kendaraan roda empat dibatasi maksimal Rp200 ribu per kendaraan.
“Merespon adanya fenomena antrean BBM yang mengular, Pemda Luwu Utara melakukan pembatasan pengisian BBM kepada kendaraan,” kata Akram kepada awak media, Selasa (15/9/2026) siang.
Selain pembatasan pembelian, Pemkab Luwu Utara juga meminta operator SPBU memastikan penggunaan barcode sesuai dengan nomor polisi kendaraan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar sesuai dengan peruntukannya.
Namun, pembatasan tersebut tidak berlaku bagi kendaraan tertentu yang berkaitan dengan pelayanan publik.
Seperti kendaraan ambulans dan mobil jenazah menjadi pengecualian dalam aturan tersebut. Akram menyebut kebijakan pembatasan pembelian mulai menunjukkan dampak terhadap kondisi antrean di SPBU.
“Dan kami lihat, setelah kami berlakukan aturan itu, antrean kendaraan sudah terurai,” ujarnya.
Meski demikian, antrean kendaraan masih terlihat cukup panjang di SPBU Bone-bone.
Menurut Akram, kondisi tersebut dipengaruhi penutupan SPBU 74.929.05 Bungadidi sehingga sebagian kendaraan beralih melakukan pengisian di SPBU 74.919.75 Bone-bone.
“Tinggal SPBU Bone-bone yang agak panjang, karena SPBU Bungadidi ditutup,” bebernya.
Di sisi lain, Akram menyebut pasokan BBM ke sejumlah SPBU di Luwu Utara saat ini mengalami peningkatan.
Sebelumnya, pasokan dari Pertamina disebut berada di kisaran 8 kiloliter (KL), kemudian meningkat menjadi sekitar 16 KL.
Peningkatan tersebut mencakup pasokan BBM jenis Pertalite dan solar.
“Untuk saat ini pasokan BBM ke SPBU secara umum mengalami kenaikan. Sebelumnya Pertamina mendistribusi sekitar 8 kiloliter, sekarang menjadi 16 kiloliter untuk BBM jenis Pertalite termasuk solar,” terangnya. (*)








