Disnaker Luwu Apresiasi PT Masmindo, Kolaborasi Matappa Academy Siapkan SDM Siap Kerja
LUWU, Trendify.id – Pemerintah Kabupaten Luwu lewat Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) memperkuat kolaborasi dengan Matappa Academy untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Kemitraan tersebut diperkenalkan dalam sesi berbagi di Stand PT Masmindo Dwi Area (MDA) pada Luwu Expo 2026 di Belopa, Rabu (8/7/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnakertrans Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin, mengatakan kerja sama itu menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Menurutnya, konsep yang dibangun mengedepankan link and match antara pelatihan kerja dengan kebutuhan riil industri yang terus berkembang di Kabupaten Luwu.
“Kami memberikan apresiasi kepada Matappa Academy yang telah menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kompetensi masyarakat. Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan agar pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri sehingga mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal,” ujar Sofyan.
Ia menjelaskan, Disnakertrans memiliki peran menyusun peta kebutuhan tenaga kerja daerah, memfasilitasi pelatihan berbasis kompetensi, melakukan pendataan pencari kerja melalui kartu AK-1, hingga membangun jejaring dengan perusahaan pengguna tenaga kerja.
Sementara itu, Matappa Academy berperan menyusun kurikulum berbasis kebutuhan industri, menghadirkan instruktur profesional, melaksanakan pelatihan berbasis praktik, serta menyelenggarakan uji kompetensi dan sertifikasi nasional.
Melalui kolaborasi tersebut, sejumlah program akan dikembangkan, mulai dari pelatihan berbasis kompetensi, magang industri, Training of Trainers (ToT), job matching, job fair, career coaching, sertifikasi kompetensi, hingga penempatan kerja bagi lulusan terbaik.
Adapun bidang kompetensi yang menjadi prioritas meliputi operator alat berat, mekanik alat berat, kelistrikan dan instrumentasi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), administrasi perkantoran, teknologi informasi dan digital, pengelasan, otomotif, tata boga (food handling), perhotelan, hingga kewirausahaan.
Sofyan optimistis kemitraan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan ketenagakerjaan di Kabupaten Luwu.
Mulai dari menekan angka pengangguran, meningkatkan jumlah tenaga kerja bersertifikat, hingga memperbesar peluang masyarakat lokal terserap di sektor industri.
“Pengembangan SDM bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan. Kami berharap kemitraan ini mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan dan menghasilkan SDM Luwu yang unggul, kompeten, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja,” tutupnya. (*)








