Kepala BPBD Luwu Apresiasi PT Masmindo Bentuk Desa Tangguh Bencana di Latimojong
LUWU, Trendify.id – Upaya PT Masmindo Dwi Area (MDA) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Andi Tenriesa, menilai program pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang diinisiasi PT Masmindo Dwi Area bersama Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (Puspena) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi potensi bencana.
“Saya pribadi dan selaku Kepala BPBD Kabupaten Luwu sangat mengapresiasi program PT Masmindo Dwi Area yang melakukan pendampingan pembentukan Desa Tangguh Bencana. Ini merupakan langkah positif dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana,” kata Andi Tenriesa, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, pengurangan risiko bencana tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah.
Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix, yakni melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, hingga organisasi sosial.
“Mitigasi bencana merupakan kegiatan pentahelix. Pemerintah memiliki keterbatasan, sehingga dukungan dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, dan organisasi sosial sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Andi Tenriesa menjelaskan, BPBD Kabupaten Luwu berperan mengoordinasikan berbagai sektor agar pembentukan Destana dapat diperluas ke desa-desa lain.
Khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
Program tersebut juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang BPBD dalam membentuk Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) sebagai penguatan sistem mitigasi berbasis wilayah.
“Kami mengoordinasikan seluruh lintas sektor, baik pemerintah maupun swasta, agar setiap desa dapat memiliki Destana. Selanjutnya akan ditingkatkan menjadi Kecamatan Tangguh Bencana atau Kencana,” jelasnya.
Ia menambahkan, BPBD siap mendampingi desa-desa lain yang ingin membentuk Destana melalui pelatihan, pendampingan teknis, hingga fasilitasi kelembagaan.
“Apabila ada desa yang ingin membentuk Destana, kami siap melatih dan memfasilitasinya. Harapannya semakin banyak desa yang memiliki kapasitas tangguh sehingga risiko bencana dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan masyarakat,” tuturnya.
Program Destana merupakan salah satu program kolaborasi PT Masmindo Dwi Area bersama Puspena UNCP yang difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Terutama di wilayah Kecamatan Latimojong yang memiliki tingkat kerawanan longsor dan banjir cukup tinggi.
Melalui program tersebut, masyarakat dibekali pemahaman mengenai mitigasi bencana, penyusunan jalur evakuasi, pembentukan kelembagaan desa, hingga simulasi penanganan bencana agar mampu merespons kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi.
Hingga pertengahan 2026, program ini telah menjangkau sedikitnya enam desa di Kecamatan Latimojong, yakni Desa Ulusalu, Bonelemo, Boneposi, Kadundung, Tolajuk, dan Ranteballa.
Kehadiran Destana diharapkan menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh sekaligus mengurangi risiko bencana melalui kesiapsiagaan yang berkelanjutan. (*)








