Wabup Luwu Apresiasi FORDES MATAPPA, Sebut Jadi Wadah Strategis Serap Aspirasi Masyarakat Lingkar Tambang

Wakil Bupati Luwu, Muh Dhevy Bijak Pawindu saat peluncuran FORDES MATAPPA yang diinisiasi PT Masmindo bersama pemerintah daerah dan warga. Masmindo meresmikan pengurus FORDES MATAPPA saat Luwu Expo di Belopa, Sabtu (11/7/2026).

LUWU, Trendify.id – Wakil Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, Muh Dhevy Bijak Pawindu, mengapresiasi inisiatif PT Masmindo Dwi Area (MDA) membentuk Forum Desa (FORDES) MATAPPA.

Forum ini dibentuk sebagai ruang kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat di wilayah lingkar tambang.

FORDES MATAPPA diketahui melibatkan sekitar 300 perwakilan masyarakat dari 21 desa dan kelurahan di Kecamatan Latimojong.

Hal itu dinilai menjadi langkah konkret dalam memperkuat komunikasi serta memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan secara terbuka.

“Kami selaku pemerintah mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PT Masmindo. Begitu luar biasa memikirkan kebutuhan masyarakat yang ada di lingkar tambang di Latimojong,” kata Dhevy Bijak dihadapan Forkopimda, pimpinan Masmindo, dan pengunjung Luwu Expo di Kota Belopa saat meluncurkan FORDES MATAPPA, Sabtu (11/7/2026) malam.

Menurutnya, FORDES MATAPPA diharapkan menjadi wadah yang memungkinkan masyarakat menyampaikan berbagai kebutuhan, keluhan, hingga harapan yang kemudian dapat ditindaklanjuti bersama perusahaan.

“FORDES MATAPPA adalah wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah lingkar tambang. Ada 21 desa dan kelurahan yang tergabung di dalamnya. Apa yang menjadi keluhan maupun keinginan masyarakat bisa dibantu oleh pihak Masmindo,” ujarnya.

Dhevy Bijak berharap keberadaan FORDES MATAPPA tidak berhenti sebagai slogan atau program seremonial. Melainkan benar-benar dijalankan secara konsisten oleh seluruh pengurus yang telah dikukuhkan.

Ia meminta para anggota forum menjadi garda terdepan dalam menghimpun aspirasi masyarakat di wilayah masing-masing sekaligus mengawal pelaksanaan program-program yang telah disusun.

FORDES MATAPPA sendiri dibangun melalui tiga pilar utama, yakni Jaga Desa, Jaga Masa Depan Desa, dan Jaga Keselamatan Desa.

Ketiga pilar tersebut dirancang untuk memperkuat stabilitas sosial, meningkatkan kapasitas masyarakat desa, serta mendorong pembangunan yang selaras dengan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

“Harapan kami, FORDES MATAPPA betul-betul dijalankan. Pengurus yang telah dikukuhkan harus menjadi pilar penerima aspirasi masyarakat di wilayah kerjanya,” katanya.

Dhevy Bijak menilai kehadiran forum tersebut juga memberi manfaat bagi pemerintah daerah karena membantu menjaga kondusivitas wilayah dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.

“Program ini juga membantu dan meringankan beban teman-teman kepolisian dalam menjaga situasi tetap kondusif. Menurut saya, PT Masmindo terus menjaga silaturahmi dengan pemerintah, terutama kepada masyarakat,” bebernya.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin, mengatakan FORDES MATAPPA lahir dari kolaborasi tiga unsur, yakni pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

Ia menjelaskan, pilar Jaga Desa menjadi ruang utama untuk menjaga stabilitas sosial melalui penyaluran aspirasi masyarakat kepada perusahaan dan pemerintah.

Sementara Jaga Masa Depan Desa difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar masyarakat lokal siap memanfaatkan peluang kerja dan usaha yang tumbuh seiring investasi.

Adapun Jaga Keselamatan Desa, sambung Sofyan, diarahkan untuk memastikan pembangunan yang dilakukan perusahaan dapat berjalan sejalan dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap FORDES MATAPPA menjadi garda terdepan yang menghubungkan masyarakat, pemerintah, dan perusahaan. Investasi yang masuk harus memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” akunya.

Direktur PT Masmindo Dwi Area, Erlangga Gaffar, menegaskan pembentukan FORDES MATAPPA merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Menurutnya, perusahaan tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga memastikan tata kelola, sosial, dan lingkungan berjalan secara berimbang.

“Bagi kami, menambang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Kami harus memastikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola berjalan dengan baik. Kehadiran FORDES MATAPPA menjadi komitmen kami untuk mendengarkan setiap masukan dari masyarakat sekaligus memperkuat hubungan yang telah terjalin,” katanya.

Pasangiklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *